Kelambu

Katanya… Dipikirin pusing, nda dipikirin bisa tiba tiba nda karuan. Cuma bisa bercermin tapi nda berani dekat dekat. Sudah nda dekat, dihalangin pula dengan kelambu. Dia nda ingin tampak jelas, dia pun suka melihat sesuatu itu perlahan sampai akhirnya berani membukanya. Dia memang masih butuh perlindungan, (dari apapun) termasuk kelambu. Dia masih kategori orang yang pengecut, nda beranian, dan penuh ketakutan. Dia itu payah, cemen, sekaligus cupu. (katanya);
Dia yang masih dibalik kelambu milik Ibu

Iklan

Yang masih…

Beberapa hari ini saya sering terjebak hujan. Mencari tempat untuk berteduh
Beberapa hari ini pula saya kedatangan bencana di dalam kamar
Saya tidak ingin merepotkan orang lain
Maka saya menjadi tim SAR untuk diri saya sendiri
Merepotkan dan menyulitkan
Tapi jika tidak cepat ditangani korban akan segera mati

-saya yang masih berkutat dengan henpon sambil meratapi jendela kamar-

Puji Tuhan

Aku suka malam ini. Malam sebelumnya pun aku suka. Tapi sekarang juga aku suka malam ini

Gusti dan semesta, terimakasih. Malam ini aku senang. Begitupun dengan mereka. Kami banyak tertawa dan bercanda malam ini. Sesederhana ini aku bisa senang. Gusti dan semesta, ku mohon lindungi dan berkati mereka. 🙆

Pagi yang unik, senang dan sedih mengelilingi

Gelap malam yang pekat, terimakasih masih mengingatkanku menuju pulang
Ruangan sempit nan berantakan, terimakasih tetap bisa membuatku sedikit tenang
Ibu dan bapak, terimakasih selalu datang dalam isi kepalaku ketika aku sedang tidak karuan

Ini benar benar pagi yang unik
Mulai pukul 10 malam hingga pukul 2 pagi tadi dibekali senang dan pengalaman
Tetapi menuju pulang aku gemetar tidak karuan
Memaksakan diri dalam perjalan pulang
Menyetir kendaraan terasa melayang
Menyantap makan sahur seperti tidak sedang makan

Tidak ada rasa sama sekali
Sampai akhirnya tidak kuhabiskan
Kemudian melanjutkan perjalanan pulang yang semakin tidak karuan
Air mata berjatuhan, keliling sebentar untuk mengalihkan

Yang kupikirkan dalam perjalanan hanya kematian

Selamat pagi yang kesiangan

(katanya…)

Nyatanya kamu selalu menyembunyikan diri di secangkir kopi
Di warung redup sampai pagi
Kekasih.. Apakah kau temukan dirimu di sana?

Memang benar belakangan ini sering sekali sendiri ke kedai kopi. Aku berasa ditemani oleh kopi, padahal ia benda mati tapi kalah dgn rasanya yg bisa dinikmati. Ia pait padahal..tapi melampaui nagih, tidak bosan, bahkan tidak kesal.

Justru membuatku ingin berlama-lama dengannya. Sembari menikmati gelap malam yg sering suntuk.

Di rumah kopi Aceh

Pemula

Halo. Saya sebetulnya ingin dari lama untuk bisa menggunakan ruang ini, dan sudah dibuat lama. Tetapi saya sempat tidak percaya diri hehe. Semoga dgn tidak berat hati saya mulai menggunakan ruang ini mulai sekarang. Kuharap sih tidak cepat bosan. 😀